News, Artikel & Promosi
Menjaga Pencahayaan Headlamp Selalu Optimal
UMC NEWS I Headlamp atau lampu utama pada mobil punya peran vital untuk keselamatan berkendara terutama saat malam atau cuaca hujan/buruk seperti belakangan ini. Headlamp masa kini umumnya dibuat dari material plastik yang rentan kusam sehingga dapat mengurangi jarak pandang, visibilitas serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Untuk itu headlamp butuh perawatan rutin. Perawatan yang dibutuhkan diantaranya,
1. Membersihkan permukaan headlamp.
Debu, kotoran dan partikel yang menempel di headlamp jika dibiarkan akan sulit dibersihkan. Untuk membersihkannya cukup gunakan lap microfiber berkualitas baik dan car shampoo. Hindari kain lap berbahan polyester atau yang punya serat kain kasar untuk menghindari permukaan mika headlamp tergores dan menyebabkan berkurangnya kemampuan meneruskan cahaya dari lampu.
2. Mengecek kondisi reflektor lampu.
Sesuai Namanya, reflektor bertugas merefleksikan atau memantulkan cahaya yang dihasilkan bohlam agar lebih terarah sekaligus bisa menerangi area yang lebih luas. Penyebab rusaknya area mengilap dari reflektor umumnya dari panas berlebih yang dihasilkan bohlam. Hal itu terjadi karena pemilik mengganti bohlam bawaan pabrik dengan bohlam aftermarket yang punya daya lebih besar. Selain itu rusaknya reflektor juga mungkin disebabkan oleh pemasangan bohlam yang salah sehingga debu dan air bisa menyusup masuk lewat celah rumah bohlam. Kondisi karet penutup rumah bohlam yang kurang rapat atau mulai getas juga memungkinkan air, debu atau kotoran menyelinap masuk. Hal lain yang juga berpotensi menyebabkan kerusakan headlamp adalah sering parker di tempat terbuka sehingga setiap komponen mobil terpapar sinar UV secara langsung juga kualitas dari reflektornya sendiri yang memang kurang baik.
3. Periksa bohlam lampu.
Umumnya light bulb atau bohlam lampu bawaan pabrik bisa bertahan hingga lebih dari 5 tahun namun diiringi dengan penurunan kecerahan cahaya yang mengukur jumlah total cahaya, diwakili oleh satuan Lumen juga penurunan warna cahaya dengan satuan Kelvin. Dibutuhkan Lux Meter atau Light Meter untuk mengetahui angka pasti dari cahaya yang dihasilkan bohlam lampu tersebut. Secara visual diketahui dengan warna cahaya yang cenderung menguning. Bohlam lampu dapat berumur pendek jika, kita menggantinya dengan bohlam berkualitas jelek atau tidak sesuai spesifikasi. Ketidaksesuaian ini berpotensi menyebabkan aliran Listrik tidak stabil dan rawan menyebabkan korsleting. Selain itu bisa juga disebabkan oleh tegangan listrik berlebih dari alternator akibat regulator bermasalah. Seringnya melewati jalanan yang buruk sehingga membuat getaran berlebihan juga akan menyebabkan umur bohlam lampu singkat.

4. Sekring dan Relay
Salah spesifikasi sekring dan kerusakan relay atau terkupasnya kabel terkelupas serta melelehnya soket semua berpotensi memicu korsleting yang berujung memicu panas berlebih pada bohlam dan membuatnya lekas rusak. Sekring akan putus jika beban listrik berlebih. Sementara untuk penyebab relay lampu mobil sering putus umumnya karena overheating (panas berlebih) akibat arus atau tegangan tidak stabil (berlebih). Rusaknya relay juga dapat disebabkan oleh kualitas relay sendiri atau bohlam yang buruk atau korsleting di kabel/soket yang kendur atau bahkan meleleh. Masing-masing dapat menyebabkan kerusakan pada gulungan (koil) atau platina di dalam relay sehingga sering gagal dan putus. Sebaiknya periksa kondisi sekring dan relay secara berkala sehinga dapat mengidentifikasi kontak saklar kotor, aus, atau rusak.

Untuk mobil yang sudah mengadopsi headlamp berteknologi menggunakan LED seperti beberapa model mobil Suzuki diantaranya Suzuki Grand Vitara dan Suzuki Fronx untuk amannya lakukan konsultasi di bengkel terkait sistem kelistrikan pada lampu. Untuk konsultasi, pengecekan, dan servis berkala pastikan hanya di bengkel UMC Suzuki.
Untuk Booking Service, Hubungi Official WhatsApp UMC Suzuki +62 811-3111-3300. (*)
Lainnya