News, Artikel & Promosi
Tips Berkendara di Jalan Tol
UMC NEWS I Selain mengurangi kemacetan dan waktu tempuh, keberadaan jalan tol sangat penting untuk mempercepat konektivitas, melancarkan distribusi barang dan jasa, serta memicu pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing daerah dengan menarik investasi.
Pembangunan jalan tol di Indonesia mulai berkembang pesat sejak tahun 2005 ketika regulator Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dibentuk dan proyek-proyek yang tertunda dilanjutkan. Percepatan Pembangunan jalan tol terjadi sejak 2015. Kalau sebelumnya tol pertama, Jagorawi yang beroperasi tahun 1978, dan hingga 2004 hanya terbangun sekitar 600 km, kini Panjang jalan tol telah mencapai ribuan kilometer persisnya 16.205 km (per September 2025).
Untuk sebagian pengguna jalan khususnya mereka yang kesehariannya baru mulai mengendarai mobil, melaju di jalan tol bisa jadi hal baru. Mindset awal yang harus ditanamkan, jalan tol bukan arena adu kebut. Jalan tol dihadirkan untuk memudahkan masyarakat mengakses daerah-daerah tujuan dengan nyaman dan relatif bebas hambatan
Untuk kalian, Kawan UMC yang baru atau mereka yang sudah lama akrab dengan jalan tol, ada beberapa tips berkendara di jalan tol yang dapat menjadi informasi agar perjalanan nyaman dan aman.
1. Pastikan kondisi kendaraan
Sebelum melintas di jalan tol terlebih bila Kawan UMC akan melakukan perjalanan panjang pastikan kondisi kendaraan sempurna. Pada mesin, periksa volume pelumas mesin, pelumas transmisi, cairan rem, coolant radiator. Cek juga kondisi v-belt dan lakukan visual check untuk memastikan tidak terdapat kebocoran oli/pelumas atau cairan lain seperti coolant.
Hal lain yang tak boleh terlewatkan Hal lain yang tak boleh terlewatkan memastikan kondisi ban. Ban haram gundul, benjol atau dalam kondisi makan sebelah. Jika makan sebelah terutama ban depan, itu tanda diperlukan penyelarasan roda (spooring). Tak kalah penting, pastikan tekanan angin ban sesuai dengan anjuran buku pedoman kepemilikan, umumnya berkisar 32-36 psi.
2. Fisik Harus Fit
Selain memastikan kondisi kendaraan, Kawan UMC juga harus memastikan kondisi fisik fit yaitu tidak dalam kondisi capek atau mengantuk. Sebelum melakukan perjalanan Kawan UMC tidak usai mengonsumsi obat, seperti obat flu yang berpotensi menyebabkan kantuk. Lakukan senam ringan 10-15 menit untuk mengaktifkan konsentrasi dan menjaga kebugaran tubuh. Senam ringan ini bisa Kembali diulangi saat beristirahat di rest area. Untuk menjaga konsentrasi dan kebugaran, sebaiknya beristirahat setelah maksimal 4 jam mengemudi.
3. Periksa Saldo Uang Elektronik Sebelum Masuk Tol
Pastikan saldonya mencukupi setidaknya untuk sampai ke tujuan Kawan UMC. Walaupun pengisian saldo uang elektronik dapat dilakukan via mobile banking atau di gerai-gerai mini market yang ada di rest area. Alangkah baiknya mengisi saldo uang elektronik dilakukan sebelum kita masuk jalan tol. Prinsipnya jangan sampai menyebabkan antrian di gerbang pembayaran tol karena lalai memeriksa saldo uang elektronik.
4. Pelajari Rute Exit
Kasus exit tol terlewat bukan hanya dialami driver junior, driver-driver senior pun kadang mengalaminya. Oleh karena itu pelajari rute exit lewat maps sebelum kalian masuk jalan tol karena dengan terlewat exit tol bisa boncos karena menjadi pengeluaran tak terduga.
5. Patuhi Rambu Lalu Lintas
Rambu lalu lintas terutama batas kecepatan sering dilanggar. Tidak perlu menjadi bagian dari mereka yang biasa melanggar. Batas kecepatan maksimum di ruas jalan tol Indonesia umumnya dipatok 100 km/jam. Beberapa ruas membatasi hanya 80 km/jam. Batasan itu diberikan utamanya dengan alasan keamanan. Untuk mobil Suzuki terbaru mudah saja mematuhi batasan kecepatan itu, tinggal aktifkan fitur cruise control dan tentukan batas kecepatan maksimum yang kita inginkan.
6. Jaga Etika Berkendara
Jalan tol umumnya dibuat dalam 2 atau 3 jalur. Jalur 3 atau 2 untuk kendaraan yang berjalan lambat seperti truk muatan dan mereka yang berjalan santai dan jalur 1 digunakan untuk menyalip atau mereka yang berjalan lebih cepat.
Etikanya setiap melakukan pindah jalur, selalu nyalakan sein. Etika lain, jangan memainkan klakson secara kasar atau norak yang menyebabkan pengguna jalan lain terpicu emosinya. Lalu saat berjalan di malam hari, jangan terus menerus menyalakan hi beam atau lampu jauh karena akan menyebabkan pengguna jalan di depan kita terganggu pandangannya karena silau oleh pantulan cahaya dari spion kendaraannya.
Mobil Suzuki seperti Suzuki Fronx SGX sudah dilengkapi dengan fitur High Beam Assist (HBA), fitur yang merupakan bagian dari Suzuki Safety Support (SSS) yang berfungsi mengatur lampu jauh secara otomatis berdasarkan situasi lalu lintas di depan.
Dengan memahami poin-poin tersebut, semoga membantu Kawan UMC menikmati perjalanan menyusuri jalan-jalan tol di Indonesia. Jangan lupa selalu pastikan mobil dalam kondisi prima sebelum berkendara. Untuk kemudahan, cek kelengkapan dan kondisi mobil Suzuki kalian hanya di Bengkel Resmi UMC Jawa Timur, authorized dealer Suzuki Surabaya dan Suzuki Jawa Timur. Untuk booking service, konsultasi perawatan atau pembelian Kawan UMC dapat menghubungi official WhatsApp UMC Suzuki di +62 811-3111-3300.(*)
Lainnya